Sabtu, 02 Januari 2010

Cindelaras

Jenggala kingdom ruled by a king named Raden Putra. Ia didampingi oleh seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang memiliki sifat iri dan dengki. He was accompanied by an empress who is kind and a concubine who has the nature of envy and jealousy. Raja Putra dan kedua istrinya tadi hidup di dalam istana yang sangat megah dan damai. The king's son and his wife had been living in a very magnificent palaces and peaceful. Hingga suatu hari selir raja merencanakan sesuatu yang buruk pada permaisuri raja. Until one day the king concubines planning something bad on the king consort. Hal tersebut dilakukan karena selir Raden Putra ingin menjadi permaisuri. This is done because a concubine Raden Putra want to become empress.

Selir baginda lalu berkomplot dengan seorang tabib istana untuk melaksanakan rencana tersebut. Concubine of the emperor and of conspiring with a court physician to implement the plan. Selir baginda berpura-pura sakit parah. Concubine of the king pretended to be sick. Tabib istana lalu segera dipanggil sang Raja. Court physicians and immediately called the King. Setelah memeriksa selir tersebut, sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. After examining these concubines, the physician said that there was someone who had put poison in the drink princess. "Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri," kata sang tabib. "The man was none other than King himself empress," said the physician. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. His Majesty the wrath of the court hearing the physician. Ia segera memerintahkan patih untuk membuang permaisuri ke hutan dan membunuhnya. He immediately ordered the grand vizier to remove the empress to the woods and kill him.

Sang Patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke tengah hutan belantara. The Regent immediately bring the empress who was pregnant was the middle of the wilderness. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuh sang permaisuri. But, the grand vizier's not wise to kill the empress. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. Apparently the grand vizier had known evil emperor concubines. "Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh," kata patih. "Mr. daughter not to worry, I will report to the king that the princess's servants killed," said the grand vizier. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. To deceive the king, the ministers of his sword with the blood stain they catch rabbits. Raja merasa puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri. The king was satisfied when the grand vizier to report that he had killed the queen.

Setelah beberapa bulan berada di hutan, sang permaisuri melahirkan seorang anak laki-laki. After a few months in the jungle, the empress gave birth to a son. Anak itu diberinya nama Cindelaras. The boy was given the name Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Cindelaras grow into a child who is smart and handsome. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Since childhood he had been friends with the animal inhabitants of the forest. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur ayam. One day, while being engrossed in play, an eagle dropped a chicken egg. Cindelaras kemudian mengambil telur itu dan bermaksud menetaskannya. Cindelaras then took the egg and the intended menetaskannya. Setelah 3 minggu, telur itu menetas menjadi seekor anak ayam yang sangat lucu. After 3 weeks, the eggs hatch into a chick who is very funny. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Child care Cindelaras diligently chicken. Kian hari anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang gagah dan kuat. Kian day chicks grew into a handsome rooster and strong. Tetapi ada satu yang aneh dari ayam tersebut. But there is a strange one from the chicken. Bunyi kokok ayam itu berbeda dengan ayam lainnya. Chicken crow sounds different from other chickens. "Kukuruyuk... Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra...", kokok ayam itu "My lord Kukuruyuk ... Cindelaras, his home in the middle of the jungle, the roof of coconut leaves, his father, Raden Putra ...", chicken crowing

Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya itu dan segera memperlihatkan pada ibunya. Cindelaras was amazed to hear crowing chickens and immediately showed his mother. Lalu, ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Then, the mother told the origin Cindelaras why they came to be in the woods. Mendengar cerita ibundanya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda. Hearing the mother's story, determined to Cindelaras to court and expose the evil concubine of the emperor. Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. Having allowed his mother, Cindelaras go to the palace accompanied by a rooster. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. While on the way there are some people who are risk one chicken. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. Cindelaras then called by the penyabung chicken. "Ayo, kalau berani, adulah ayam jantanmu dengan ayamku," tantangnya. "Come on, if you dare, adulah chicken jantanmu with my chicken," she challenged. "Baiklah," jawab Cindelaras. "Well," replied Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat, ia dapat mengalahkan lawannya. When competed, it was a cock fight with mighty Cindelaras and within a short time, he can beat his opponent. Setelah beberapa kali diadu, ayam Cindelaras tidak terkalahkan. After a couple of times pitted, chicken Cindelaras undefeated.

Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat hingga sampai ke Istana. News of the wonders of chicken Cindelaras spread quickly until he came to the Palace. Raden Putra akhirnya pun mendengar berita itu. Raden Putra was finally heard the news. Kemudian, Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras ke istana. Then, Raden Putra told hulubalangnya to invite Cindelaras to the palace. "Hamba menghadap paduka," kata Cindelaras dengan santun. "I'm facing the emperor," he said politely Cindelaras. "Anak ini tampan dan cerdas, sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata," pikir baginda. "This child is handsome and intelligent, it seems he is not descended from the common people," thought the emperor. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Competed with chicken chicken Cindelaras Raden Putra on one condition, when the chicken Cindelaras then he would lose his head beheaded, but if the chicken is half-won wealth Raden Putra Cindelaras belong.

Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Two chickens were fighting bravely. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. But in a short time, chicken chicken Cindelaras conquered the King. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. The audience cheered cheering Cindelaras and chicken. "Baiklah aku mengaku kalah. Aku akan menepati janjiku. Tapi, siapakah kau sebenarnya, anak muda?" "Well I admit defeat. I'll keep my promise. But who are you, young man?" Tanya Baginda Raden Putra. Asked King Raden Putra. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Cindelaras immediately bent like whispered something in his chicken. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. Not how long the chicken immediately rang. "Kukuruyuk... Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra...," ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. "My lord Kukuruyuk ... Cindelaras, his home in the middle of the jungle, the roof of coconut leaves, his father, Raden Putra ...," rooster crowed repeatedly. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. Raden Putra was shocked to hear Cindelaras chickens crowing. "Benarkah itu?" "Is that right?" Tanya baginda keheranan. The king asked in astonishment. "Benar Baginda, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri Baginda." "True King, a servant Cindelaras, I was the Empress mother Baginda."

Bersamaan dengan itu, sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. At the same time, the grand vizier immediately face and told all the events that actually happened to the queen. "Aku telah melakukan kesalahan," kata Baginda Raden Putra. "I've made a mistake," said King Raden Putra. "Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku," lanjut Baginda dengan murka. "I will give retribution on selirku," continued the king with rage. Kemudian, selir Raden Putra pun di buang ke hutan. Then, concubines Raden Putra was the waste into the woods. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu, Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan.. Raden Putra immediately hugged her and apologized for his mistakes after that, Raden Putra and commander immediately into the woods to pick up queens .. Akhirnya Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Finally Raden Putra, empress and Cindelaras be together again. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. After Raden Putra died, Cindelaras replace his father. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana. He ruled his country with a fair and wise.
Cerita Rakyat "Cindelaras", diceritakan kembali oleh Kak Ghulam Pramudiana. Folklore "Cindelaras", retold by Sister Ghulam Pramudiana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar